Tampilkan postingan dengan label backpacker indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label backpacker indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2016

Gn. Papandayan - Bercinta Dengan Indahnya Hutan Mati Papandayan

Gunung Aktif di Kota Garut

Gunung Papandayan, digunung aktif ini memiliki beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya. Awalnya takut untuk melangkahkan kaki ke gunung papandayan, kabar dan fakta yang tersiar adalah gunung ini merupakan gunung yang memiliki kawah aktif.  Namun ketakutan itu terhempas dengan fakta bahwa papandayan merupakan gunung yang nyaman bagi para pemula dilihat dari pendeknya waktu tracking jika dibandingkan dengan gunung lainnya di Jawa Barat.
Eksotisnya Kawah Nangklak - Hutan Mati Gn. Papandayan
 Perjalanan Jakarta - Garut

Malam itu, hari Jumat, memang menjadi hari favorite bagi para pendaki untuk memulai perjalanannya dari Ibu kota menuju lokasi gunung yang hendak ditaklukkan kebanyakan orang. Perjalanan untuk menikmati semesta di Gn Papandayan telah 2 kali saya lakukan. Akhir tahun 2013 dan pertengahan tahun 2015 kemarin saya kembali melepas rindu pada Gunung yang memiliki ketinggian 2665 MDPL di Pulau Jawa.
Perjalanan kami mulai dari pintu gerbang Terminal Kp Rambutan, diawal perjalanan saya ke gn. papandayan pd tahun 2013 silam, saya dan rombongan memilih menggunakan bus antar kota jurusan Jakarta - Garut, dengan biaya perjalanan sebesar Rp. 43.000, tepat pukul 10.30 malam bus yang kami tumpangi berangkat, sekitar pukul 04.00 Pagi kami tiba di terminal Garut. Saat itu kami memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk meregangkan otot-otot tubuh yang pegal akibat duduk terlalu lama sepanjang perjalanan Jakarta - Garut. Kami melanjutkan perjalanan menuju pintu gerbang Gn Papandayan menggunakan angkutan kecil yang dipatok harga sekitar 20.000 - 30.000 (sebenarnya tergantung bagaimana para pendaki bisa menawar angkutan itu) keberangkatan kami lanjutkan sekitar  pukul 05.30 pagi dari terminal dan tiba sekitar pukul 07.00 pagi (lumayan jauh boookkkk ternyata) kemudian kami lanjutkan dengan berbelanja dipasar yang menjadi tempat langganan para pendaki untuk membeli bekal sayur mayur, sepanjang perjalanan ada banyak pemandangan indah yang bisa dilihat, termaksud Gunung tertinggi di kota Garut - Gn. Cikuray. Perjalanan belum berakhir begitu saja, kami masih harus menggunakan mobil pengangkut sayur (kol buntung) untuk menuju camp david tempat para pendaki harus mendaftarkan diri. Dengan membayar sekitar Rp 15.000 - Rp 20.000 per orang (tergantung hasil nego dan banyaknya jumlah penumpang di mobil kol buntung itu, semakin banyak yaa semakin murah) kita akan diantar menuju camp david yang ditempuh dalam jarak 15 menit dengan berkendaraan (kalo jalan kaki lumayan jauhnya supeerrrr).
Berbeda dengan perjalanan dipertengahan tahun 2015 silam, kami tidak menggunakan bus atau mengeteng angkutan untuk tiba di gunung yang dinginnya bisa mencapai minus derajat celcius pada malam hari. Saya dan teman-teman mencoba jasa charter angkot yang banyak dijajakan oleh para calo didepan pintu gerbang terminal Kp Rambutan, angkutan kecil yang mau disewa untuk mengantar dan menunggu kami hingga pulang dari gunung papandayan, dengan membayar uang sebesar Rp. 150.000 kami diantar sampai tujuan, tinggal nyambung 1 kali kol buntung dengan tambahan biaya Rp.15.000 per orang. Totally ditahun 2015 silam untuk biaya transportasi saya menghabiskan Rp 180.000 untuk PP.

Welcome To Papandayan

Setelah registrasi ulang dan membayar uang masuk pendaftaran pendaki sebesar Rp.2 500 (pada tahun 2013) - Rp 10.000 (ditahun 2015), kami memulai perjalanan yang sesungguhnya, Pondok Salada adalah camp tujuan kami untuk beristirahat, gunung yang sudah populer namanya ini memang sangat direkomendasikan bagi para pemula, di tahun 2013 silam saya berhasil menempuh sekitar 2,5 jam perjalanan untuk tiba di camping ground gn.papandayan - ditahun 2015 kemarin saya melebihi target, perjalanan saya tempuh sekitar 3,5 jam "maklum, perjalanan kedua itu saya sok-sok-an berperan sebagai sweeper untuk teman SMA dan sepupu saya yang baru pertamakali naik gunung" - tapi itu masih perjalanan yang terbilang wajar, karena dibandingkan dengan gunung lainnya, papandayan adalah gunung yang terhitung pendek dalam waktu tempuhnya.

Track yang ditempuh - kami memilih jalur potong untuk mempersingkat waktu perjalanan, tracknya lumayan berat untuk pemula seperti saya ditahun 2013 silam, tapi terasa ringan saat saya mengulangnya ditahun 2015 lalu
Berjalanan Diatas Kawah Aktif

Pernah melangkahkan kaki diatas kawah yang masih aktif ? jika belum, cobadeh nikmati sensasinya :)

Siapkan masker yang super tebeelll yaa gaess, karena kawah gn.papandayan ini masih aktif dan bau belerangnya masih sangat menyengat, untuk yang daya tahan tubuhnya rendah, bau ini bisa membuat kepala menjadi sangat pusing.
usahakan menggunakan pakaian yang menutupi seluruh bagian kulit, karena cuacanya sangat ekstrim, tiupan anginnya memang dingin, namun tetap bisa membakar kulit alias membuat kulit menjadi gosong, karena tpekatnya hawa panas dari belerang digunung papandayan.

Pondok Salada Camping Ground yang kekinian

Bagaimana tidak kekinian ? kamu gak perlu khawatir untuk buang air kecil ataupun buang air besar, bahkan untuk mandi, karena di camping ground inilah saya menemukan TOILET PERMANEN diatas gunung :D
Selain toilet permanen yang sudah dibangung per tahun 2014 silam, di camping ground pondok salada ini juga ada banyak warung pendopo yang menyajikan makanan dan minuman hangat (jadi gak perlu takut kelaperan kalo ke gn papandayan). Hal ini saya temui diperjalanan kedua saya pada tahun 2015 silam, semua berubah jika dibandingkan saat tahun 2013 saya mendaki digunung papandayan, kami masih menggunakan kamar mandi alam untuk sekedar buang air kecil ataupun cuci muka (kebayangkan, gimana dengan tahun ini ?)

salah satu spot favorite mendirikan tenda dibawah pepohonan yang rindang di camp ground pondok salada

bersama tim pendaki ditahun 2013 silam
menyebrang dari pondok salada, ada tanah lapang tempat edelweis tumbuh, merupakan spot romantis untuk mendirikan tenda, tapi hati-hati dengan dinginnya malam, karena tiak ada pepohonan yang melindungi, cuaca akan terasa jauh lebih ekstrim di pagi dan malam hari :) - Mei 2015


Bercinta dengan Keindahan Hutan Mati Gn Papandayan

Selalu ketagihan untuk bercinta dengan Hutan Mati Papandayan

Lengkap bersama dengan Team Langkah Kaki dari Jakarta, Mei 2015 silam

Maret 2015 - Hutan mati masih sangat memikat untuk ku nikmati :)

Desember 2013

sama seperti gunung lainnya, walaupun papandayan terbilang gunung yang lumayan pendek waktu tempuhnya, namun papandayan juga memiliki bunga keabadian yakni edelweis



Semoga menginspirasimu untuk mau menikmati semesta di Indonesia :)
#WonderfullIndonesia #IndonesiaOnly #Papandayan #BackpakerIndonesia

IG : @mfaninatalia




   

Minggu, 25 Oktober 2015

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasiona Bromo Tengger Semeru adalah adalah taman nasional di Jawa TimurIndonesia, yang terletak di wilayah administratif Kabupaten PasuruanKabupaten MalangKabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. (wikipedia.org). Gunung Bromo (dari bahasa SanskertaBrahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. (wikipedia.org)

Welcome To Malang - Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Berasa turis, duduk paling depan, kaca mata stand by! hahah numpang foto sama anak backpacker dari Jakarta :D
Takut over budget saat backpackeran ke luar kota ? Don't worry about the thing hehee .. saat melangsungkan perjalanan 2014 silam, saya menggunakan jasa travel backpacker yang hanya memungut biaya sebesar Rp. 415.000 (belum termaksud ongkos kereta), tapi setelah dihitung-hitung ternyata mudah saja kok rutenya .. Naik kereta Matarmaja dari stasiun ps senen menuju kota malang dengan biaya Rp. 65.000 - PP 130.000 (tahun 2014). Tiba disana sudah banyak sekali angkutan yang menawarkan jasanya ke sebuah desa, yang pertahun itu sudah diangkat oleh pemerintah setempat menjadi "Kawasan Desa Wisata" yang diterletak didesa Gubugklakah, kalau bingung bagaimana mencari homestay-nya, tinggal datangi saja salah satu rumah disana, pasti langsung diantar/ ditawarkan rumah penduduk yang disediakan untuk dijadikan homestay, (tapi jangan kaget yaah ... karena kamu akan tinggal satu rumah bersama dengan orang asli sana - yang punya rumah), karena saya baik hati, jadi saya kasih rekomend tempat yang bapak dan ibu homestay-nya asik banget buat sharing masalah tempat wisata dikota malang, coba hubungi 0852 3474 7369 Ibu Sutrimah, beliau adalah salah satu warga asli Gubugklakah yang rumahnya bisa dijadikan homestay buat wisatawan asing/lokal.
Petualangan kami mulai dengan menikmati Desa Wisata Gubugklakah, Malang. Disana kami bermalam di rumah warga yang menyewakan kamarnya kepada kami (jadi berasa punya emak - abah baru hehhee), mengeksplore desa wisata kota malang memang tidak pernah ada habisnya, pertama kami diajak untuk menjadi petani apel, menikmati makan apel yang langsung dipetik dari pohonnya, setelah itu kami diajak ke air terjun/ coban yang berada didalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, amazing bangettttlaah :)
Narsis setelah panen apel, sekilonya dihargai Rp 20.000 kita bisa makan sepuasnya pulaaakk :D
Pemandangan Desa Gubugklakah yang super indaaaaah ...
Rencana Awal adalah ke Coban Pelangi, tapi ternyata ramai banget pengunjung, akhirnya kita beralih ke Coban Trisula yang masih berada dalam kawasan TNBTS

Sensasi Extreme Hardtop - Jeep terbuka

Untuk menuju puncak gunung bromo yang memiliki ketinggian 2329 MDPL (sumber wikipedia), siapapun harus melewati kawasan Desa Gubugklakah ini. Kamu bisa menyewa mobil hardtop - Jeep melalui pemilik homestay, biaya sewanya sekitar 700 - 900rb per mobil yang bisa diisi oleh sekitar 7-11 orang (pinter-pinter nego aja siih, jangan lupa minta bantuan emak - abah angkat di homestay), Untuk mendapatkan pemandangan yang supeeerrr dupeerrr kecee di Bromo, khususnya buat yang mau ngeliat Sunrise dari penanjakan bromo, kamu harus berangkat selambatnya jam 1 malam dari homestay.

Tracknya lumayan jauh, pertama harus masuk dulu ke kawasan TNBTS, masih menggunakan jeep yang disewa, kamu akan mulai merasakan dinginnya kota malang dimalam hari, perjalanan mulai menyusuri tebing dan hutan, juga terus naik sampai diperbatasan pintu masuk menuju desa ranu pane dan kawasan bromo.

Tahu gak? kerennya melangsungkan perjalanan malam? kamu bisa lihat bintang dengan rasi yang beragam secara jelas, rasanya tuuh kaya diplanetarium :) kereeeen bangetlah !!!!
info aja nih, jangan lupa bawa jaket yang super tebel, sarung tangan dan pakai kaos kaki yang tebel yaah karena suhu subuh di kawasan bromo itu bisa mencapai minus derajat looh ... 
Berburu Sunrise
Berburu sunrise dibromo bisa melalui jalur penanjakan, dari penanjakan ini kamu bukan hanya bisa melihat sunrise, tapi akan terlihat juga 3 gunung yang menjadi incaran para wisatawan, ada gunung bromo, gunung batok dan kalau kamu beruntung (lagi cerah cuacanya) kamu juga bisa melihat gagahnya gunung semeru. Pemandangan yang ga kalah menawan yaitu lautan kabut dibawah kaki gunung batok dan gunung bromo, pemandangan ini menjadi salah satu incaran para wisatawan juga loh ... setelah asik berfoto ria, jangan lupa untuk turun dan pindah spot ke lautan pasir yang letaknya dikaki gunung batok dan bromo yah..
See !!! itu kabut gaesss.... seperti air yaaaah ..... kabut tebal membuat pemandangan berubah seperti kolam raksasa
Pemandangan dari spot penanjakan 1 - bisa melihat lautan Kabut di kaki gunung Bromo dan gunung Batok
Coba Yang Extreme Yuk ...
Kebanyakan orang menyusuri lautan pasir dengan menggunakan jasa kuda untuk sampai tepat dibawah anak tangga menuju puncak kawah bromo, biayanya terbilang mahal, karena kita harus mengeluarkan kocek sebesar 100rb rupiah.. 
Kami lebih memilih berjalan kaki untuk menikmati lautan pasir Gn Bromo, dibanding harus menggunakan Kuda hehehe
Gunung bromo memang gak pernah sepi dari pengunjung, untuk bisa sampai dipuncak bromo, kamu harus rela jalan pelan-pelan menyusuri ratusan anak tangga bersama dengan wisatawan lainnya, karena saya suka yang ekstrim, jadi saya memilih jalan pintas bersama wisatawan lainnya, yaitu menapaki gunung pasir tanpa melalui anak tangga (jangan ngeliat kebelakang yaah... karena bisa bikin lutut lemes) begitupun saat turun, saya dan teman traveling saya menjajali ekstrimnya merosot dari puncak gunung bromo, itu seruuuuu bangettttt (please! don't try this way), gunung bromo itu terdiri dari material pasir yang halus (tidak ada batu besar) jadi aman dan mudah sekali rembes alias merosot, untuk mempersingkat waktu dan untuk mendapatkan pengalaman ekstrim berharga, saya memutuskan untuk duduk merosot saat turun gunung (kalo ga punya mental ekstrim tolong jangan ditiru deh)
Track potong untuk menuju Puncak Bromo, ini memang tidak direkomendasikan, posisinya karena kala itu Gn Bromo sangat ramai pengunjung, maka anak tangga menuju puncakpun penuh dan sesak, ini membuat banyak orang membuat jalur sendiri, tapi sungguh berbahaya, karena licinnya pasir digunung bromo

Please don't try this!!! kami meluncur dari puncak bromo, untuk yang punya nyali ekstrim siih boleh aja, tapi untuk yang ragu-ragu, jangan dicoba yaaa .... gunung bromo terdiri dari material pasir yang sangat halus, sehingga enak dibuat prosotan :)
LOVELY - my Giraffe dan my Indonesia :)
Photo taken on 05.30 WIB - Tebalnya kabut membuktikan dinginnya suhu bromo, bisa mencapai minus derajat celcius loh gaesss, pakai jaket dan celana yang menghangatkan yaaah ....

selamat berlibur geengssss :* 
follow IG @mfaninatalia to see what beautiful Indonesia
#IndonesiaBagus #VisitIndonesia #WonderfulIndonesia #Indonesia