Puncak Tertinggi Kota Garut
Gunung Cikuray adalah sebuah
gunung yang terletak di
Kabupaten Garut,
Jawa Barat,
Indonesia. Gunung Cikurai mempunyai ketinggian 2.821 MDPL dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah
Gunung Gede. Gunung ini berada di perbatasan kecamatan Bayongbong, Cikajang, dan Dayeuh Manggung. Karena letaknya paling tinggi di kabupaten Garut, kaki gunung Cikuray dipakai untuk stasiun pemancar TV swasta dan
TVRI. (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Cikuray).
Kerinduan untuk menapaki kaki di track pegunungan bersama dengan team langkah kaki sudah tak terbendung kala itu, September 2014 saya bersama dengan 9 orang lainnya mengatur rencana keberangkatan menuju kota Garut, seperti perjalanan sebelumnya, meeting point kami lakukan di Terminal Kp Rambutan, salah satu terminal besar di Ibu kota Jakarta, berkat pengalaman dan sharing informasi dari pendaki lainnya melalui twitter (#infopendaki) saya mendapatkan satu kontak nomor telpon kendaraan yang menyediakan jasa charter (antar dan tunggu para pendaki) dengan tujuan Gn Papandayan, Gn Guntur, Gn Cikuray, (
maaf yaa gaess karena HP abis rusak dan semua kontak hilang, jadi gak bisa kasih rekomendasi kontak, tapi kalian bisa survey datang langsung ke pintu gerbang Kp Rambutan untuk cari tau keberadaan angkot yang disewakan untuk omprengan para pendaki, biasanya angkot-angkot itu pada nongkrong didekat bengkel mobil tua depan pintu keluar Kp Rambutan). Dengan biaya per orang Rp 150.000 (tahun 2014 silam) kita sudah diantar sekaligus ditungguin sama pak supir yang punya pengalaman dan pengetahuan besar juga tentang dunia pendakian gunung
(nama boss nya pak Yudi - waktu itu kita dapet supir namanya bang egi, doi bersahabat abissss).
 |
| Pintu Gerbang Kp Rambutan - Tempat favoritenya para pendaki buat nunggu kendaraan :D |
 |
| Angkot yang kita charter untuk bisa sampai di kaki gunung cikuray - ngerest dulu di tol :) |
Welcome in Swiss Van Java
Setelah melakukan perjalanan panjang dari Ibu kota pukul 22.00 WIB sekitar pukul 04.30 kami tiba di kaki gunung tertinggi Kota yang dijuluki sebagai Swiss Van Java, hamparan perkebunan teh menghiasi senja yang masih sangat mirip dengan keadaan gelap malam, dengan dipungut biaya sebesar Rp 10.000 per orang sebagai bukti pendaftaran para pendaki kami mengisi buku tamu di gunung Cikuray. Jalan berbatu menghantarkan kami tepat di stasiun Pemancar Televisi, karena disanalah titik point perjalanan kami dimulai. Setibanya di pos pemancar kami kembali melakukan registrasi tim pendaki dengan menyertakan matrai Rp 6.000 sebagai bukti keseriusan dan kesadaran diri bahwa pendakian kita bukan karena paksaan dari pihak manapun
(agak lebay sihh yaaaa... tapi seriously hal seperti itu memang dibutuhkan lohhh gaess hihi).
 |
| Ada banyak Pendopo yang menjajakan jajanan murah untuk para pendaki di pos pemancar, sambil menunggu mentari memamerkan silaunya, tidak ada salahnya untuk menikmati kota garut dari sini :) |
Drop Melihat Kabut Tebal
Memang sempat drop karena setelah beristirahat dengan menyantap semangkuk mie rebus panas yang dibeli di warung pos pemancar, kami melihat cuaca yang ekstrim terjadi, ternyata memang seperti itulah kondisi Gn Cikuray di pagi hari (read : sekitar pukul 06.00 Pagi) Kabut tebal berwarna putih pekat seperti sedang berjalan turun dari puncak, bersamaan dengan keadaan itu turun juga gerimis yang tidak diundang oleh para pendaki dan jarak pandangpun menjadi tidak kurang dari 2 meter, jadi jangan kaget yaa gaesss, alangkah baiknya diurungkan niat memulai pendakian di jam segitu, kamipun menunggu para kabut and the gengss turun dulu, dengan alasan keselamatan kami di perjalanan
(jangan memaksakan karena takut malah nyasar di hutan), sekitar pukul 07.00 pagi cuaca sudah mulai cerah
(walau masih beriringan gerimis tipis mengguyur) kami mengawali dengan doa pagi bersama seluruh anggota tim untuk memulai langkah kaki menuju puncak swiss van java.
 |
| Keadaan track perkebunan teh yang masih dipenuhi kabut pagi |
 |
| Sebelum vegetasi hutan, tracknya sudah nanjaaak teruuuusss .... |
 |
| Ada baiknya memulai pendakian dengan menggunakan jas hujan/ ponco agar baju gak lepek saat menembus kabut |
Start From Pos Pemancar
Perjalanan kami mulai dari pos pemancar, perkebunan teh masih menemani kami sampai batas vegetasi hutan yang memiliki tanjakan lumayan asoooy, banyak fakta yang tersiar dan memang telah saya buktikan sendiri :
- Cikuray sulit menemukan sumber mata air, hanya ada di pos ke 2 (kalo gak salah ya gaess, agak lupa diantara pos 1 atau di pos 2, secara udah hampir 2 tahun yang lalu).
- Cikuray memiliki track yang terjal, tidak jarang saya harus berpegangan dengan akar pohon untuk berpindah dari track satu ke lainnya (istilahnya yaitu track Jidat ketemu dengkul).
Ada 7 Pos yang harus kita lalui untuk menuju puncak kerucut raksasa, PHP mulai terasa saat kita menemukan puncak bayangan (pos 6) rasa lelah tidak memberhentikan langkah kaki untuk terus melaju, kami memang terpisah dalam 3 rombongan, Rombongan pertama (mas komar dan riki) tiba dipuncak cikuray dalam waktu 6 jam karena merekalah yang harus bertugas untuk mencari spot mendirikan tenda (maklum, puncak gn cikuray itu sangat kerucut, jadi hanya bisa menampung sedikit tenda diatasnya) - Rombongan kedua adalah saya dan putri (kami adalah cewek strooong hahhaa) karena kami juga dapat tiba dipuncak dalam waktu normal pendakian yaitu sekitar 8 Jam perjalanan - Sedangkan rombongan ketiga yang terdiri dari Riko, Molo, Slamet, Surya, Heri, Rachmat, mereka memang agak lambat jalannya karena sebagian dari pria-pria itu baru pertamakali naik gunung hehee jadi totally mereka menempuh pendakian selama 10 Jam.
Info Penting :
Please, buatlah pembagian tugas dalam kelompok, tugas sweeper sangatlah dibutuhkan untuk memback-up para pendaki pemula agar tidak ketinggalan ditrack pendakian.
 |
| Narsis dulu, cuaca cerah - karena foto ini diambil saat perjalanan turun :) |
 |
| perjalanan summit - masih dibatas vegetasi hutan, perjalanan gak ada bonusnya ... |
 |
| Jalur pendakian Gn Cikuray dari bawah sampai puncak cuma terdiri dari jalan setapak, jalur air hujan yang masih sangat alami, ini yang membuat ekstriiiiim |
 |
| Perjalanan summit - Manfaatin akar/ batang pohon untuk berpegangan |
 |
| Manjat teruuusss, naiiik teruuuuss, dikit banget bonusnya euy |
 |
| Bener-bener jidat ketemu dengkul deh trackingnya :( |
 |
| Informasi Sumber Air terakhir, siap-siap isi ulang gaesss |
Enjoy Cooking on The Top Of Swiss Van Java
Tau gak gaesss? masak di gunung itu selalu menumbuhkan kerinduan sendiri buat seorang wanita yang doyan masak hehehe, sarannya cuma 1 gaesss, kalo kebetulan kalian dapet spot tenda dipaling puncak dari Gn Cikuray, buatlah dapur-dapuran mini yang tertutup, karena puncak Gn Cikuray itu bener-bener full debu ...
 |
| hangatnya suasana dalam tenda bersama wewangian makanan yang baru matang yuummmmiiii :))) |
Kehangatan Dari Dinginnya Puncak Gn Cikuray
 |
| Senja di Puncak Swiss Van Java - Gn Cikuray September 2014 |
 |
| Subuh Diatas Awan #NoFilter #TakenbyCanon #CapturedByRiki |
 |
| #TebakDimana ? |
 |
| Dipuncak Gn Cikuray ada 1 bangunan yang digunakan oleh para pendaki untuk menikmati sunrise yang muncul dari Balik Gunung Ciremay - Gunung tertinggi di Jawa Barat |
 |
| Jangan lupa bawa kamera yaaa ... precious moment kaya gini kan sulit banget didapetnya (inget perjuangan jidat ketemu dengkul selama kurang lebih 8 jam pendakian) |
 |
| Gaess, Bayangan kerucut raksasa-nya keliatan kaaaan ??? inilah kenapa Gunung Cikuray dijuluki sebagai Kerucut Raksasa, amaze banget deh kalo bisa nyaksiin secara langsung |
 |
| Puncak Gunung Cikuray - No Edit, ini kondisi subuh sekitar pukul 05.00 Pagi loohh |
 |
| 2 orang ini bisa dibilang pendaki pemula (this is the 1st dan semoga gak jadi for the last buat mereka yaaa :D, Namanya Mollo Kiri - dan Slamet Kanan, mereka sempet mau nyerah, pengen tidur di track aja karena gak kuat summit, tapi berkat kakak Riko sang sweeper, mereka bisa summit dengan keadaan sehat :))) |
 |
| Team Langkah Kaki Summit Cikuray, kurang mas rachmat, doi drop (sakit) jadi rest di tenda aja deh :( |
So just enjoying Indonesia Indah :)
with Love @mfaninatalia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar