Senin, 01 Februari 2016

Gunung Cikuray - Kerucut Raksasa Yang Mempesona

Puncak Tertinggi Kota Garut

Gunung Cikuray adalah sebuah gunung yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Cikurai mempunyai ketinggian 2.821 MDPL dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Gede. Gunung ini berada di perbatasan kecamatan Bayongbong, Cikajang, dan Dayeuh Manggung. Karena letaknya paling tinggi di kabupaten Garut, kaki gunung Cikuray dipakai untuk stasiun pemancar TV swasta dan TVRI. (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Cikuray).

Kerinduan untuk menapaki kaki di track pegunungan bersama dengan team langkah kaki sudah tak terbendung kala itu, September 2014 saya bersama dengan 9 orang lainnya mengatur rencana keberangkatan menuju kota Garut, seperti perjalanan sebelumnya, meeting point kami lakukan di Terminal Kp Rambutan, salah satu terminal besar di Ibu kota Jakarta, berkat pengalaman dan sharing informasi dari pendaki lainnya melalui twitter (#infopendaki) saya mendapatkan satu kontak nomor telpon kendaraan yang menyediakan jasa charter (antar dan tunggu para pendaki) dengan tujuan Gn Papandayan, Gn Guntur, Gn Cikuray, (maaf yaa gaess karena HP abis rusak dan semua kontak hilang, jadi gak bisa kasih rekomendasi kontak, tapi kalian bisa survey datang langsung ke pintu gerbang Kp Rambutan untuk cari tau keberadaan angkot yang disewakan untuk omprengan para pendaki, biasanya angkot-angkot itu pada nongkrong didekat bengkel mobil tua depan pintu keluar Kp Rambutan). Dengan biaya per orang Rp 150.000 (tahun 2014 silam) kita sudah diantar sekaligus ditungguin sama pak supir yang punya pengalaman dan pengetahuan besar juga tentang dunia pendakian gunung (nama boss nya pak Yudi - waktu itu kita dapet supir namanya bang egi, doi bersahabat abissss).

Pintu Gerbang Kp Rambutan - Tempat favoritenya para pendaki buat nunggu kendaraan :D
Angkot yang kita charter untuk bisa sampai di kaki gunung cikuray - ngerest dulu di tol :)

Welcome in Swiss Van Java

Setelah melakukan perjalanan panjang dari Ibu kota pukul 22.00 WIB sekitar pukul 04.30 kami tiba di kaki gunung tertinggi Kota yang dijuluki sebagai Swiss Van Java, hamparan perkebunan teh menghiasi senja yang masih sangat mirip dengan keadaan gelap malam, dengan dipungut biaya sebesar Rp 10.000 per orang sebagai bukti pendaftaran para pendaki kami mengisi buku tamu di gunung Cikuray. Jalan berbatu menghantarkan kami tepat di stasiun Pemancar Televisi, karena disanalah titik point perjalanan kami dimulai. Setibanya di pos pemancar kami kembali melakukan registrasi tim pendaki dengan menyertakan matrai Rp 6.000 sebagai bukti keseriusan dan kesadaran diri bahwa pendakian kita bukan karena paksaan dari pihak manapun (agak lebay sihh yaaaa... tapi seriously hal seperti itu memang dibutuhkan lohhh gaess hihi).

Ada banyak Pendopo yang menjajakan jajanan murah untuk para pendaki di pos pemancar, sambil menunggu mentari memamerkan silaunya, tidak ada salahnya untuk menikmati kota garut dari sini :)

Drop Melihat Kabut Tebal

Memang sempat drop karena setelah beristirahat dengan menyantap semangkuk mie rebus panas yang dibeli di warung pos pemancar, kami melihat cuaca yang ekstrim terjadi, ternyata memang seperti itulah kondisi Gn Cikuray di pagi hari (read : sekitar pukul 06.00 Pagi) Kabut tebal berwarna putih pekat seperti sedang berjalan turun dari puncak, bersamaan dengan keadaan itu turun juga gerimis yang tidak diundang oleh para pendaki dan jarak pandangpun menjadi tidak kurang dari 2 meter, jadi jangan kaget yaa gaesss, alangkah baiknya diurungkan niat memulai pendakian di jam segitu, kamipun menunggu para kabut and the gengss turun dulu, dengan alasan keselamatan kami di perjalanan (jangan memaksakan karena takut malah nyasar di hutan), sekitar pukul 07.00 pagi cuaca sudah mulai cerah (walau masih beriringan gerimis tipis mengguyur) kami mengawali dengan doa pagi bersama seluruh anggota tim untuk memulai langkah kaki menuju puncak swiss van java.
Keadaan track perkebunan teh yang masih dipenuhi kabut pagi
Sebelum vegetasi hutan, tracknya sudah nanjaaak teruuuusss ....
Ada baiknya memulai pendakian dengan menggunakan jas hujan/ ponco agar baju gak lepek saat menembus kabut

Start From Pos Pemancar

Perjalanan kami mulai dari pos pemancar, perkebunan teh masih menemani kami sampai batas vegetasi hutan yang memiliki tanjakan lumayan asoooy, banyak fakta yang tersiar dan memang telah saya buktikan sendiri :
  1. Cikuray sulit menemukan sumber mata air, hanya ada di pos ke 2 (kalo gak salah ya gaess, agak lupa diantara pos 1 atau di pos 2, secara udah hampir 2 tahun yang lalu)
  2. Cikuray memiliki track yang terjal, tidak jarang saya harus berpegangan dengan akar pohon untuk berpindah dari track satu ke lainnya (istilahnya yaitu track Jidat ketemu dengkul).
Ada 7 Pos yang harus kita lalui untuk menuju puncak kerucut raksasa, PHP mulai terasa saat kita menemukan puncak bayangan (pos 6) rasa lelah tidak memberhentikan langkah kaki untuk terus melaju, kami memang terpisah dalam 3 rombongan, Rombongan pertama (mas komar dan riki) tiba dipuncak cikuray dalam waktu 6 jam karena merekalah yang harus bertugas untuk mencari spot mendirikan tenda (maklum, puncak gn cikuray itu sangat kerucut, jadi hanya bisa menampung sedikit tenda diatasnya) - Rombongan kedua adalah saya dan putri (kami adalah cewek strooong hahhaa) karena kami juga dapat tiba dipuncak dalam waktu normal pendakian yaitu sekitar 8 Jam perjalanan - Sedangkan rombongan ketiga yang terdiri dari Riko, Molo, Slamet, Surya, Heri, Rachmat, mereka memang agak lambat jalannya karena sebagian dari pria-pria itu baru pertamakali naik gunung hehee jadi totally mereka menempuh pendakian selama 10 Jam.

Info Penting :
Please, buatlah pembagian tugas dalam kelompok, tugas sweeper sangatlah dibutuhkan untuk memback-up para pendaki pemula agar tidak ketinggalan ditrack pendakian.
Narsis dulu, cuaca cerah - karena foto ini diambil saat perjalanan turun :)

perjalanan summit - masih dibatas vegetasi hutan, perjalanan gak ada bonusnya ...

Jalur pendakian Gn Cikuray dari bawah sampai puncak cuma terdiri dari jalan setapak, jalur air hujan yang masih sangat alami, ini yang membuat ekstriiiiim
Perjalanan summit - Manfaatin akar/ batang pohon untuk berpegangan
Manjat teruuusss, naiiik teruuuuss, dikit banget bonusnya euy


Bener-bener jidat ketemu dengkul deh trackingnya :(

Informasi Sumber Air terakhir, siap-siap isi ulang gaesss

Enjoy Cooking on The Top Of  Swiss Van Java

Tau gak gaesss? masak di gunung itu selalu menumbuhkan kerinduan sendiri buat seorang wanita yang doyan masak hehehe, sarannya cuma 1 gaesss, kalo kebetulan kalian dapet spot tenda dipaling puncak dari Gn Cikuray, buatlah dapur-dapuran mini yang tertutup, karena puncak Gn Cikuray itu bener-bener full debu ...



hangatnya suasana dalam tenda bersama wewangian makanan yang baru matang yuummmmiiii :)))

Kehangatan Dari Dinginnya Puncak Gn Cikuray

Senja di Puncak Swiss Van Java - Gn Cikuray September 2014
Subuh Diatas Awan #NoFilter #TakenbyCanon #CapturedByRiki

#TebakDimana ?
Dipuncak Gn Cikuray ada 1 bangunan yang digunakan oleh para pendaki untuk menikmati sunrise yang muncul dari Balik Gunung Ciremay - Gunung tertinggi di Jawa Barat
Jangan lupa bawa kamera yaaa ... precious moment kaya gini kan sulit banget didapetnya (inget perjuangan jidat ketemu dengkul selama kurang lebih 8 jam pendakian)
Gaess, Bayangan kerucut raksasa-nya keliatan kaaaan ??? inilah kenapa Gunung Cikuray dijuluki sebagai Kerucut Raksasa, amaze banget deh kalo bisa nyaksiin secara langsung
Puncak Gunung Cikuray - No Edit, ini kondisi subuh sekitar pukul 05.00 Pagi loohh

2 orang ini bisa dibilang pendaki pemula (this is the 1st dan semoga gak jadi for the last buat mereka yaaa :D, Namanya Mollo Kiri - dan Slamet Kanan, mereka sempet mau nyerah, pengen tidur di track aja karena gak kuat summit, tapi berkat kakak Riko sang sweeper, mereka bisa summit dengan keadaan sehat :)))
Team Langkah Kaki Summit Cikuray, kurang mas rachmat, doi drop (sakit) jadi rest di tenda aja deh :(

So just enjoying Indonesia Indah :)
with Love @mfaninatalia

Kamis, 28 Januari 2016

Gn. Papandayan - Bercinta Dengan Indahnya Hutan Mati Papandayan

Gunung Aktif di Kota Garut

Gunung Papandayan, digunung aktif ini memiliki beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya. Awalnya takut untuk melangkahkan kaki ke gunung papandayan, kabar dan fakta yang tersiar adalah gunung ini merupakan gunung yang memiliki kawah aktif.  Namun ketakutan itu terhempas dengan fakta bahwa papandayan merupakan gunung yang nyaman bagi para pemula dilihat dari pendeknya waktu tracking jika dibandingkan dengan gunung lainnya di Jawa Barat.
Eksotisnya Kawah Nangklak - Hutan Mati Gn. Papandayan
 Perjalanan Jakarta - Garut

Malam itu, hari Jumat, memang menjadi hari favorite bagi para pendaki untuk memulai perjalanannya dari Ibu kota menuju lokasi gunung yang hendak ditaklukkan kebanyakan orang. Perjalanan untuk menikmati semesta di Gn Papandayan telah 2 kali saya lakukan. Akhir tahun 2013 dan pertengahan tahun 2015 kemarin saya kembali melepas rindu pada Gunung yang memiliki ketinggian 2665 MDPL di Pulau Jawa.
Perjalanan kami mulai dari pintu gerbang Terminal Kp Rambutan, diawal perjalanan saya ke gn. papandayan pd tahun 2013 silam, saya dan rombongan memilih menggunakan bus antar kota jurusan Jakarta - Garut, dengan biaya perjalanan sebesar Rp. 43.000, tepat pukul 10.30 malam bus yang kami tumpangi berangkat, sekitar pukul 04.00 Pagi kami tiba di terminal Garut. Saat itu kami memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk meregangkan otot-otot tubuh yang pegal akibat duduk terlalu lama sepanjang perjalanan Jakarta - Garut. Kami melanjutkan perjalanan menuju pintu gerbang Gn Papandayan menggunakan angkutan kecil yang dipatok harga sekitar 20.000 - 30.000 (sebenarnya tergantung bagaimana para pendaki bisa menawar angkutan itu) keberangkatan kami lanjutkan sekitar  pukul 05.30 pagi dari terminal dan tiba sekitar pukul 07.00 pagi (lumayan jauh boookkkk ternyata) kemudian kami lanjutkan dengan berbelanja dipasar yang menjadi tempat langganan para pendaki untuk membeli bekal sayur mayur, sepanjang perjalanan ada banyak pemandangan indah yang bisa dilihat, termaksud Gunung tertinggi di kota Garut - Gn. Cikuray. Perjalanan belum berakhir begitu saja, kami masih harus menggunakan mobil pengangkut sayur (kol buntung) untuk menuju camp david tempat para pendaki harus mendaftarkan diri. Dengan membayar sekitar Rp 15.000 - Rp 20.000 per orang (tergantung hasil nego dan banyaknya jumlah penumpang di mobil kol buntung itu, semakin banyak yaa semakin murah) kita akan diantar menuju camp david yang ditempuh dalam jarak 15 menit dengan berkendaraan (kalo jalan kaki lumayan jauhnya supeerrrr).
Berbeda dengan perjalanan dipertengahan tahun 2015 silam, kami tidak menggunakan bus atau mengeteng angkutan untuk tiba di gunung yang dinginnya bisa mencapai minus derajat celcius pada malam hari. Saya dan teman-teman mencoba jasa charter angkot yang banyak dijajakan oleh para calo didepan pintu gerbang terminal Kp Rambutan, angkutan kecil yang mau disewa untuk mengantar dan menunggu kami hingga pulang dari gunung papandayan, dengan membayar uang sebesar Rp. 150.000 kami diantar sampai tujuan, tinggal nyambung 1 kali kol buntung dengan tambahan biaya Rp.15.000 per orang. Totally ditahun 2015 silam untuk biaya transportasi saya menghabiskan Rp 180.000 untuk PP.

Welcome To Papandayan

Setelah registrasi ulang dan membayar uang masuk pendaftaran pendaki sebesar Rp.2 500 (pada tahun 2013) - Rp 10.000 (ditahun 2015), kami memulai perjalanan yang sesungguhnya, Pondok Salada adalah camp tujuan kami untuk beristirahat, gunung yang sudah populer namanya ini memang sangat direkomendasikan bagi para pemula, di tahun 2013 silam saya berhasil menempuh sekitar 2,5 jam perjalanan untuk tiba di camping ground gn.papandayan - ditahun 2015 kemarin saya melebihi target, perjalanan saya tempuh sekitar 3,5 jam "maklum, perjalanan kedua itu saya sok-sok-an berperan sebagai sweeper untuk teman SMA dan sepupu saya yang baru pertamakali naik gunung" - tapi itu masih perjalanan yang terbilang wajar, karena dibandingkan dengan gunung lainnya, papandayan adalah gunung yang terhitung pendek dalam waktu tempuhnya.

Track yang ditempuh - kami memilih jalur potong untuk mempersingkat waktu perjalanan, tracknya lumayan berat untuk pemula seperti saya ditahun 2013 silam, tapi terasa ringan saat saya mengulangnya ditahun 2015 lalu
Berjalanan Diatas Kawah Aktif

Pernah melangkahkan kaki diatas kawah yang masih aktif ? jika belum, cobadeh nikmati sensasinya :)

Siapkan masker yang super tebeelll yaa gaess, karena kawah gn.papandayan ini masih aktif dan bau belerangnya masih sangat menyengat, untuk yang daya tahan tubuhnya rendah, bau ini bisa membuat kepala menjadi sangat pusing.
usahakan menggunakan pakaian yang menutupi seluruh bagian kulit, karena cuacanya sangat ekstrim, tiupan anginnya memang dingin, namun tetap bisa membakar kulit alias membuat kulit menjadi gosong, karena tpekatnya hawa panas dari belerang digunung papandayan.

Pondok Salada Camping Ground yang kekinian

Bagaimana tidak kekinian ? kamu gak perlu khawatir untuk buang air kecil ataupun buang air besar, bahkan untuk mandi, karena di camping ground inilah saya menemukan TOILET PERMANEN diatas gunung :D
Selain toilet permanen yang sudah dibangung per tahun 2014 silam, di camping ground pondok salada ini juga ada banyak warung pendopo yang menyajikan makanan dan minuman hangat (jadi gak perlu takut kelaperan kalo ke gn papandayan). Hal ini saya temui diperjalanan kedua saya pada tahun 2015 silam, semua berubah jika dibandingkan saat tahun 2013 saya mendaki digunung papandayan, kami masih menggunakan kamar mandi alam untuk sekedar buang air kecil ataupun cuci muka (kebayangkan, gimana dengan tahun ini ?)

salah satu spot favorite mendirikan tenda dibawah pepohonan yang rindang di camp ground pondok salada

bersama tim pendaki ditahun 2013 silam
menyebrang dari pondok salada, ada tanah lapang tempat edelweis tumbuh, merupakan spot romantis untuk mendirikan tenda, tapi hati-hati dengan dinginnya malam, karena tiak ada pepohonan yang melindungi, cuaca akan terasa jauh lebih ekstrim di pagi dan malam hari :) - Mei 2015


Bercinta dengan Keindahan Hutan Mati Gn Papandayan

Selalu ketagihan untuk bercinta dengan Hutan Mati Papandayan

Lengkap bersama dengan Team Langkah Kaki dari Jakarta, Mei 2015 silam

Maret 2015 - Hutan mati masih sangat memikat untuk ku nikmati :)

Desember 2013

sama seperti gunung lainnya, walaupun papandayan terbilang gunung yang lumayan pendek waktu tempuhnya, namun papandayan juga memiliki bunga keabadian yakni edelweis



Semoga menginspirasimu untuk mau menikmati semesta di Indonesia :)
#WonderfullIndonesia #IndonesiaOnly #Papandayan #BackpakerIndonesia

IG : @mfaninatalia